Lompat ke isi utama

Berita

Dua Puisi Karya Anggota Bawaslu Malaka Masuk 20 Besar dan Dibukukan

dua puisi

Malaka – Dua karya puisi milik anggota Bawaslu Kabupaten Malaka, Aprianus Putra Niron, S.Fil, berhasil masuk 20 besar karya terbaik dalam Lomba Cipta Puisi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua puisi tersebut berjudul "Bawaslu, Kopi dan Hal-hal yang Tak Masuk Laporan" dan "Di Ujung Kertas Suara".

Lomba ini digelar dalam rangka HUT ke-7 Bawaslu Kulon Progo dengan mengusung tema Pemilu dan Demokrasi. Sebanyak 134 judul puisi dari 79 penyair berpartisipasi, termasuk 3 penyair luar negeri dan 76 penyair dalam negeri. Seluruh karya dinilai oleh dewan juri berdasarkan kekuatan ide, relevansi tema, dan kualitas artistik, sebelum akhirnya dipilih 20 karya terbaik untuk dibukukan.

Dua Puisi
Dua Puisi Karya Anggota Bawaslu Malaka Masuk 20 Besar dan Dibukukan

Putra Niron, yang saat ini menjabat sebagai Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Malaka, menuturkan bahwa puisinya lahir dari realitas yang ia jumpai sehari-hari di Kabupaten Malaka, daerah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
“Di Malaka, pengawasan pemilu tidak hanya soal aturan dan laporan. Ada cerita-cerita kecil, secangkir kopi di meja warga, obrolan yang tak tercatat, dan harapan yang tersimpan di balik kertas suara. Itulah yang ingin saya tulis,” ungkapnya.

Hari ini, 15 Agustus 2025, menjadi momen peluncuran resmi antologi puisi berjudul Warna Kitab Suara (Antologi Puisi Refleksi 7 Tahun Bawaslu Kabupaten Kulon Progo dan Renungan 80 Tahun Kemerdekaan). Putra Niron hadir secara daring melalui Zoom untuk mengikuti acara peluncuran yang dihadiri para penulis dan panitia dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Putra menyampaikan rasa terima kasihnya kepada panitia lomba dan seluruh jajaran di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Malaka yang selalu mendukung serta memberi ruang baginya untuk terus mengasah kemampuan menulis.

Kedua karya tersebut, bersama 18 karya lainnya, kini resmi dibukukan dan akan dibagikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya literasi kreatif dalam memahami demokrasi dari sudut pandang yang lebih humanis.

Penulis dan Foto: PN/Humas

Editor: PN/Humas