|
Di tengah riuh rendah demokrasi, satu hal yang kadang luput dari perhatian kita: kerukunan. Padahal, suara rakyat sejatinya bukan untuk saling menjauh, tapi untuk menyatukan semangat membangun negeri. Pemilu dan Pilkada boleh saja sudah berlalu di banyak daerah, tapi bukan berarti semangat untuk menjaga damai juga ikut berlalu. Pada 5 Agustus 2025, Bawaslu RI lewat akun Instagram resminya menyampaikan pesan sederhana tapi dalam maknanya:
"Nilai persatuan bangsa jauh di atas sekadar pilihan. Hargai perbedaan, jaga kerukunan, ciptakan suasana damai."
Pesan ini disampaikan jelang pemungutan suara ulang di beberapa daerah seperti Provinsi Papua, Kab. Boven Digoel, dan Kab. Barito Utara (6 Agustus), serta Pilkada ulang di Kota Pangkal Pinang dan Kab. Bangka yang dijadwalkan pada 27 Agustus mendatang.
Namun jujur saja, pesan ini bukan cuma untuk mereka yang sedang bersiap coblos ulang. Ini pesan untuk kita semua. Buat yang sudah memilih, buat yang sedang menunggu hasil, bahkan buat yang tidak memilih sekalipun. Karena satu hal yang pasti: Indonesia ini rumah kita bersama.
Kita Memang Berbeda dan Itu Bukan Masalah!
Kadang, beda pilihan dianggap jadi jurang pemisah. Padahal, perbedaan itu justru jadi warna yang memperkaya demokrasi kita. Yang bikin rusak itu bukan beda pilihan, tapi kalau kita saling serang, saling curiga, apalagi saling benci.
Jangan sampai karena beda pilihan:
• Grup WhatsApp keluarga jadi dingin
• Warung kopi langganan jadi sepi karena malas ngongkrong sama-sama.
• Bahkan hubungan pertemanan jadi renggang cuma karena “lu coblos siapa kemarin?”
Demokrasi Itu Proses, Bukan Perang
Demokrasi bukan soal menang-kalah saja. Ia adalah ruang untuk menyampaikan suara dan mendengar suara orang lain juga. Bukan soal siapa yang paling keras, tapi siapa yang paling bisa merangkul setelah berbeda pendapat. Kalau pilihanmu menang, jangan sombong. Kalau pilihanmu kalah, jangan dendam. Yang penting: rukun tetap jalan, gotong royong tetap hidup.
Mari, jadi penyejuk di sekitar kita. Dalam situasi seperti ini, kita bisa pilih jadi dua hal:
Kompor – yang memanaskan suasana
Kipas – yang menyejukkan dan menenangkan
Kalau dari saya sudah pasti mengajak mari kita pilih jadi kipas. Karena satu kata damai dari kita bisa menenangkan satu obrolan, satu komunitas, bahkan satu lingkungan.
Lalu mungkin akan muncul pertanyaan, Apa yang Bisa Kita Lakukan?
1. Jangan sebarkan hoaks dan provokasi
2. Hargai teman, tetangga, atau saudara yang punya pilihan berbeda
3. Ajak diskusi sehat, bukan debat kusir
4. Dukung kerja penyelenggara dan pengawas pemilu
5. Tunjukkan bahwa kita dewasa dalam berdemokrasi
Pemilu dan Pilkada adalah momen penting. Tapi kerukunan dan persatuan adalah nilai yang jauh lebih penting. Mari kita ingat, negeri ini tidak dibangun dari satu suara, tapi dari jutaan perbedaan yang saling menguatkan.
Pilihan boleh beda, tapi cinta kita untuk Indonesia harus tetap sama.
Penulis: Aprianus Putrason Niron