Lompat ke isi utama

Berita

Berani Jujur, Berani Awasi! Bawaslu Malaka Sosialisasikan Peran Pengawasan Pemilu kepada Pelajar SMAK St. Maria Fatima Betun

Malaka11

BAWASLU GO TO SCHOOL

Betun, 16 Juni 2025 – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka menggelar kegiatan sosialisasi bagi pemilih pemula di salah satu ruang kelas SMAK St. Maria Fatima Betun, Kecamatan Malaka Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para siswa-siswi mengenai pentingnya pengawasan pemilu, serta membekali mereka agar menjadi pemilih yang cerdas, sadar hukum, dan bertanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Malaka, Anderias Nahak, S.Sos., yang sekaligus memperkenalkan jajaran komisioner Bawaslu Kabupaten Malaka kepada seluruh peserta. Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Nadap Betty, S.PI., M.H., dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pelaksanaan pemilu merupakan tanggung jawab tiga lembaga utama, yakni Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Bawaslu. Ketiganya memiliki peran penting dalam menjamin penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

“Bawaslu memiliki peran strategis sebagai pengawas untuk menjaga integritas pemilu dari berbagai potensi pelanggaran,” tegas Nadap.

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Malaka sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Hilarius Bria Sury, S.H., menyampaikan materi bertajuk "Peran Pemilih Pemula Cerdas, Demokrasi Berkualitas". Dalam paparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai siapa saja yang termasuk dalam kategori pemilih, termasuk hak dan kewajiban mereka dalam proses pemilu.

malaka

Hilarius menekankan bahwa pemilih pemula, seperti para siswa yang hadir, merupakan bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Oleh karena itu, mereka harus memahami proses pemilu secara menyeluruh, mulai dari tahap pencalonan hingga pemungutan dan penghitungan suara.

“Jangan hanya ikut memilih karena ikut-ikutan atau karena ajakan orang lain. Pemilih harus tahu siapa yang dipilih, rekam jejaknya seperti apa, dan apakah visi misinya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Hilarius.

Ia juga menekankan pentingnya melawan segala bentuk pelanggaran, seperti politik uang, kampanye hitam, dan penyebaran hoaks. Menurutnya, setiap pemilih memiliki tanggung jawab moral untuk melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran.

“Kalau kalian menemukan indikasi pelanggaran, jangan takut. Segera laporkan ke Bawaslu. Kita punya mekanisme penanganan pelanggaran yang jelas dan melibatkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Dengan semangat edukatif dan pendekatan dialogis, Hilarius mengajak para siswa untuk menjadi agen perubahan dalam lingkungan masing-masing, dengan menyebarkan informasi yang benar dan ikut mengawal proses demokrasi secara aktif.

Materi berikutnya disampaikan oleh Anggota Bawaslu lainnya, Aprianus Putrason Niron, S.Fil., dengan tajuk “Berani Jujur Karena Pemilu”. Dalam sesi ini, ia mengulas berbagai bentuk pelanggaran pemilu serta menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap tahapan pemilihan umum.

“Kejujuran dan keberanian untuk menolak pelanggaran adalah kunci terciptanya pemilu yang bersih dan adil,” tegas Aprianus.

Sebagai penutup kegiatan, Bawaslu Kabupaten Malaka menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Sekolah SMAK St. Maria Fatima Betun, Marselus Emanuel Nahak Lebok, S.Ag sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama dan dukungan yang diberikan dalam menyukseskan kegiatan sosialisasi ini.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Malaka berharap para pelajar sebagai pemilih pemula dapat memahami pentingnya peran pengawasan dalam pemilu, serta ikut berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
 

Penulis dan Foto: MN/Humas

Editor: PN/Humas