Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Malaka Sosialisasikan Hak Pilih kepada Siswa SLB Negeri Loofoun Bone

MAlakaj

Malaka, 21 Oktober 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka melakukan kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Loofoun Bone, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka, Rabu (21/10/2026), pukul 10.15 WITA. Kunjungan ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada siswa-siswi penyandang disabilitas mengenai hak pilih sebagai bagian dari hak konstitusional setiap warga negara.

Kegiatan yang berlangsung di ruang belajar siswa SLB Negeri Loofoun Bone tersebut dihadiri oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Malaka sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH), Hilarius Bria Suri, bersama Anggota Bawaslu Kabupaten Malaka, Aprianus Putrason Niron, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Malaka, Anderias Nahak.

Dalam penyampaian, Hila menekankan pentingnya memberikan pemahaman kepada penyandang disabilitas mengenai hak mereka dalam proses demokrasi, khususnya dalam menggunakan hak pilih pada pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.

Ia menjelaskan bahwa setiap warga negara yang memenuhi persyaratan sebagai pemilih memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pesta demokrasi. Karena itu, penyandang disabilitas perlu memperoleh informasi kepemiluan yang memadai agar dapat memahami dan menggunakan hak pilihnya secara bebas, mandiri, dan bertanggung jawab.

Malaka

Menurutnya, sosialisasi kepemiluan kepada siswa-siswi SLB merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini sekaligus mendorong terwujudnya pendidikan pemilih yang inklusif tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan setiap individu.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Malaka berupaya memperluas jangkauan pendidikan kepemiluan agar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas. Dengan demikian, setiap warga negara diharapkan memiliki kesempatan yang setara untuk memahami hak dan tanggung jawabnya dalam kehidupan demokrasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SLB Negeri Loofoun Bone, Ida Mariana Morin Un, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Bawaslu Kabupaten Malaka. Ia mengaku bangga karena pihaknya mendapat perhatian melalui kegiatan sosialisasi yang secara langsung menyentuh kebutuhan siswa-siswi penyandang disabilitas.

"Kami sangat mengapresiasi kunjungan Bawaslu Kabupaten Malaka karena kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada siswa-siswi kami mengenai hak pilih dan hak mereka sebagai warga negara. Kami berharap ke depan semakin banyak instansi pemerintah yang berkunjung dan memberikan perhatian kepada anak-anak penyandang disabilitas di sekolah kami,” ujar Kepala SLB Negeri Loofoun Bone, Ida Mariana Morin Un.

Berdasarkan data dari pihak sekolah, SLB Negeri Loofoun Bone memiliki 49 siswa dan 17 tenaga pendidik. Jumlah tersebut menjadi perhatian penting dalam mendorong perluasan pendidikan kepemiluan yang inklusif, sehingga siswa-siswi penyandang disabilitas juga memperoleh kesempatan untuk memahami hak-hak mereka sebagai warga negara.

Melalui kunjungan ini, Bawaslu Kabupaten Malaka menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pendidikan kepemiluan dan mendorong pengawasan partisipatif di tengah masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman bahwa penyandang disabilitas memiliki hak politik yang harus dihormati dan dilindungi.

Pemilu yang demokratis tidak hanya diukur dari pelaksanaan pemungutan suara, tetapi juga dari sejauh mana seluruh warga negara memperoleh kesempatan yang setara untuk berpartisipasi. Karena itu, pendidikan pemilih yang inklusif menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan demokrasi yang berkeadilan dan bermartabat.

Penulis dan Foto: MN/Humas 

Editor: HBS/Humas