Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Malaka dan SMAK St. Maria Fatima Betun Perkuat Pengawasan Partisipatif Sejak Dini

Malaka

Dari sekolah, kesadaran demokrasi ditanamkan. Dari generasi muda, pengawasan partisipatif dikuatkan. Bersama Bawaslu, wujudkan demokrasi yang berintegritas di Tanah
Malaka.

BETUN, 16 Oktober 2026— Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka bersama SMAK St. Maria Fatima Betun memperkuat konsolidasi demokrasi melalui kolaborasi strategis untuk mendorong keterlibatan guru dan siswa dalam pengawasan partisipatif sejak dini.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam menanamkan kesadaran demokrasi di lingkungan pendidikan. Demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk guru dan siswa sebagai bagian dari kekuatan intelektual yang berperan dalam membangun budaya demokrasi yang sehat.

Malaka

Kepala SMAK St. Maria Fatima Betun, Marselus E. Lebok, S.Ag., menyampaikan kesiapan untuk membangun kerja sama dengan Bawaslu Kabupaten Malaka dalam memperkuat pengawasan demokrasi, meningkatkan kesadaran politik, serta mendorong partisipasi publik yang bertanggung jawab dan berintegritas.

Menurutnya, lingkungan sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang memahami nilai-nilai demokrasi, menjunjung tinggi kejujuran, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Nadap Betty, S.Pi., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan guru dan siswa merupakan bagian penting dalam memperjuangkan demokrasi yang adil dan berintegritas di Rai Malaka.

Menurutnya, pengawasan partisipatif membutuhkan keberanian masyarakat untuk peduli terhadap proses demokrasi, memahami aturan yang berlaku, serta melaporkan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang sesuai. Oleh karena itu, sinergi antara Bawaslu, siswa, guru, dan masyarakat luas perlu terus diperkuat.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif sejak dini merupakan investasi penting untuk mempersiapkan generasi muda agar tidak hanya menjadi pemilih yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi pelopor demokrasi yang berintegritas. Para siswa diharapkan dapat memahami bahaya politik uang, menolak ujaran kebencian, menghindari penyebaran informasi yang tidak benar, serta menghargai perbedaan pilihan politik.

Melalui kolaborasi Bawaslu Kabupaten Malaka dan SMAK St. Maria Fatima Betun, diharapkan kesadaran demokrasi dapat tumbuh dari lingkungan sekolah dan menyebar ke tengah masyarakat. Guru dan siswa diharapkan menjadi bagian dari gerakan pengawasan partisipatif yang mampu mendorong terciptanya proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Penguatan pengawasan partisipatif sejak dini ini juga menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berperan aktif mengawal integritas Pemilu 2029.

Dari sekolah, kesadaran demokrasi ditanamkan. Dari generasi muda, pengawasan partisipatif dikuatkan. Bersama Bawaslu, wujudkan demokrasi yang berintegritas di Tanah
Malaka.

Penulis dan Foto: Guezt/Humas

Editor: NB/Humas