Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Demokrasi Damai, Kemenag-Bawaslu Malaka Perkuat Pengawasan Partisipatif

Malaka

MALAKA — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malaka dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka memperkuat sinergi melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Malaka, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Malaka tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama kedua lembaga dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada ASN Bawaslu serta jajaran Pengawas Pemilu.

Hadir tiga Penyuluh Agama, yakni Valerius Kolo Gili, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik; Irwansyah, S.Hum., Penyuluh Agama Islam; dan Welo Imelda Djami, S.Th., Penyuluh Agama Protestan.

Malaka

Kegiatan tersebut diterima jajaran Bawaslu Kabupaten Malaka dan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Bimbingan dan penyuluhan menjadi ruang bersama untuk memperkuat moderasi beragama, toleransi, serta sikap saling menghargai di tengah keberagaman masyarakat.

Anggota Bawaslu Kabupaten Malaka, Hilarius Bria Suri, S.H., Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Kelembagaan (HPPH), mengatakan kerja sama dengan Kemenag menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kesadaran berdemokrasi sekaligus memperkuat pengawasan partisipatif di Kabupaten Malaka.

“Pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas Bawaslu. Masyarakat harus menjadi bagian penting dalam mencegah dan mengawasi potensi pelanggaran, termasuk politik identitas, isu SARA dan berbagai tindakan yang dapat memecah persatuan,” ujar Hilarius.

Menurutnya, nilai-nilai moderasi beragama dapat menjadi bagian dari pendidikan demokrasi. Masyarakat perlu didorong untuk menghormati perbedaan pilihan politik serta tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat menimbulkan perpecahan.

Hilarius berharap sinergi Kemenag dan Bawaslu dapat terus dikembangkan melalui edukasi kepada masyarakat, sehingga pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi konsep, tetapi tumbuh sebagai kesadaran bersama dalam menjaga Pemilu dan Pemilihan yang damai, berintegritas, dan menghormati perbedaan.

Penulis dan Foto: Guezt/Humas

Editor: HBS/Humas