Lompat ke isi utama

Berita

Merawat Demokrasi Damai, Kemenag-Bawaslu Malaka Perkuat Moderasi Beragama

Agama

MALAKA — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malaka dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka menindaklanjuti kerja sama kedua lembaga melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama bagi jajaran Bawaslu Kabupaten Malaka, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Kabupaten Malaka tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Kemenag dan Bawaslu dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan agama kepada ASN Bawaslu Kabupaten Malaka serta jajaran Pengawas Pemilu. Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam surat Kemenag Kabupaten Malaka tertanggal 21 September 2026. 

Dalam kegiatan tersebut hadir tiga Penyuluh Agama, yakni Valerius Kolo Gili, S.Fil., Penyuluh Agama Katolik; Irwansyah, S.Hum., Penyuluh Agama Islam; dan Welo Imelda Djami, S.Th., Penyuluh Agama Protestan. Ketiganya tercantum dalam jadwal bimbingan dan penyuluhan Kemenag di Bawaslu Malaka. 

Rombongan diterima oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Nadap Betty, didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Malaka, Hilarius Bria Suri dan Putrason Niron, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Malaka, Anderias Nahak.

Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan. Bimbingan dan penyuluhan menjadi ruang bersama untuk memperkuat nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, serta sikap saling menghargai di tengah keberagaman.

agama

Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Nadap Betty, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, moderasi beragama memiliki keterkaitan dengan upaya membangun kehidupan demokrasi yang damai, terutama dalam menghadapi perbedaan pilihan dan pandangan politik.

“Perbedaan pilihan, pandangan, maupun latar belakang adalah dinamika demokrasi yang harus disikapi secara dewasa, dengan tetap mengutamakan persaudaraan dan persatuan bangsa,” ungkap Nadap.

Penguatan nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan semangat Bawaslu dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan peduli terhadap kehidupan sosial maupun lingkungan melalui berbagai program kelembagaan, termasuk Jumat Sehati dan Jumpa Berlian. Jumpa Berlian sendiri merupakan gerakan yang membawa nilai kejujuran, kebersihan, kepedulian, serta aksi nyata terhadap lingkungan. 

Melalui sinergi Kemenag dan Bawaslu, bimbingan dan penyuluhan agama diharapkan tidak hanya memperkuat kehidupan keagamaan, tetapi juga menumbuhkan budaya toleransi, persaudaraan, integritas dan kepedulian dalam kehidupan kelembagaan.

Merawat demokrasi, pada akhirnya, bukan hanya tentang mengawal proses Pemilu, tetapi juga menjaga kehidupan bersama agar perbedaan tidak menjadi alasan untuk terpecah.

Penulis dan Foto: Rian/Humas 

Editor: PN/Humas