Bawaslu Malaka Soroti Peran Strategis Tokoh Agama dalam Mewujudkan Pemilu Damai pada Diskusi TOS BARISTA
|
Betun, 8 Juni 2026 – Bawaslu Kabupaten Malaka mengikuti kegiatan TOS BARISTA (Tokoh Agama Barisan Penyelesaian Sengketa) yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (08/06/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Tokoh Agama dalam Menciptakan Pemilu Damai” dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Provinsi NTT serta Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Kegiatan tersebut menghadirkan Magdalena Y. Wake, S.H., M.H., Anggota Bawaslu Provinsi NTT sebagai Keynote Speaker. Sementara itu, James Welem Ratu, S.Pd., Anggota Bawaslu Provinsi NTT bertindak sebagai pemantik diskusi. Hadir sebagai narasumber Yusti Rambu Karadji, S.Th., Anggota Bawaslu Kabupaten Sumba Barat, dengan Maria Uria Ie, S.Akun, Anggota Bawaslu Kabupaten Ende sebagai penanggap. Jalannya diskusi dipandu oleh Christian Einy Toda Watu, S.H., Staf Bawaslu Kabupaten Sumba Barat.
Dari Bawaslu Kabupaten Malaka hadir Aprianus Putrason Niron, S.Fil., Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Hilarius Bria Suri, S.H., Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH), didampingi Kasubag Hukum serta Staf Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Malaka.
Diskusi berlangsung secara interaktif dengan mengulas berbagai perspektif mengenai posisi dan peran tokoh agama dalam menjaga kerukunan sosial serta mendukung terciptanya proses demokrasi yang damai dan bermartabat. Para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, maupun tanggapan atas materi yang dipaparkan.
Dalam kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Malaka turut berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi. Salah satu tanggapan disampaikan oleh Hilarius Bria Suri, yang menilai bahwa tema yang diangkat dalam TOS BARISTA kali ini merupakan tema yang sangat menarik sekaligus sensitif karena menyentuh relasi antara kehidupan beragama dan dinamika politik di tengah masyarakat.
Menurut Hilarius, tokoh agama memiliki pengaruh yang sangat besar karena pesan-pesan yang disampaikan melalui mimbar keagamaan umumnya mendapat perhatian dan kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Oleh karena itu, tokoh agama memiliki posisi strategis dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai-nilai toleransi, dan mendorong terciptanya suasana yang kondusif selama proses demokrasi berlangsung.
“Tema yang dibahas hari ini sangat menarik dan juga sensitif. Tokoh agama memiliki pengaruh yang sangat besar karena suara mereka dari mimbar keagamaan sangat didengar oleh masyarakat. Dalam kondisi seperti ini, tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, menyampaikan pesan perdamaian, dan mendorong terwujudnya Pemilu yang damai,” ungkap Hilarius.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa besarnya pengaruh yang dimiliki tokoh agama juga perlu diimbangi dengan komitmen untuk menjaga netralitas serta tidak terlibat dalam praktik-praktik politik yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, tokoh agama perlu terus mengedepankan nilai-nilai moral, etika, dan persaudaraan sehingga demokrasi dapat berjalan dengan sehat dan berintegritas.
Diskusi TOS BARISTA ini menjadi wadah penting bagi jajaran pengawas pemilu untuk bertukar gagasan dan pengalaman terkait upaya pencegahan konflik serta penguatan peran berbagai elemen masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan Pemilu yang damai. Selain itu, forum ini juga memperkuat sinergi antara Bawaslu dan tokoh agama sebagai mitra strategis dalam membangun kesadaran demokrasi yang inklusif dan berkeadaban.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Malaka menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengawasan partisipatif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh agama, dalam menjaga kualitas demokrasi dan mewujudkan Pemilu yang aman, damai, serta bermartabat.
Penulis dan Foto: PN/Humas
Editor: PN/Humas