Bawaslu Malaka Ajak PMKRI Perkuat Pengawasan Partisipatif Menuju Pemilu 2029
|
MALAKA, 14 Oktober 2026 — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Malaka terus mendorong penguatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam mengawal proses demokrasi menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2029.
Ketua Bawaslu Kabupaten Malaka, Nadap Betty, S.Pi., M.H., berdiskusi dengan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Malaka, yang dipimpin oleh Ketua Cabang, Maria Gresensiana Mau. Diskusi tersebut membahas persiapan menghadapi Pemilu 2029 serta pentingnya peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam diskusi tersebut, mahasiswa dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Melalui lingkungan kampus maupun masyarakat, mahasiswa diharapkan dapat menjadi agen edukasi demokrasi yang kritis, independen, dan bertanggung jawab.
Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, keterlibatan mahasiswa juga diharapkan mampu mendorong kepedulian publik terhadap proses penyelenggaraan pemilu serta meningkatkan keberanian masyarakat untuk melaporkan dugaan pelanggaran sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Bawaslu Kabupaten Malaka terus membangun komunikasi dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi dan organisasi kemahasiswaan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperluas pendidikan demokrasi dan memperkuat pengawasan partisipatif menuju Pemilu 2029.
Melalui komunikasi dan diskusi bersama PMKRI Cabang Malaka serta rencana kerja sama dengan STKIP Betun, Bawaslu Kabupaten Malaka berharap tercipta sinergi berkelanjutan antara lembaga pengawas pemilu dan kalangan mahasiswa dalam mengawal demokrasi di Kabupaten Malaka.
Pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan partisipasi aktif mahasiswa, diharapkan kesadaran kolektif untuk menjaga integritas demokrasi semakin kuat demi terwujudnya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Penulis dan Foto: Rian/Humas
Editor: Rian/Humas