Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Malaka Ikuti Webinar Nasional “Pancasila dan Demokrasi Elektoral”, Soroti Ukuran Keberhasilan Bawaslu dalam Menjaga Nilai-Nilai Pancasila

hvhjb

Malaka, 18 Juni 2026 – Anggota Bawaslu Kabupaten Malaka sekaligus Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (P3S), Aprianus Putrason Niron, S.Fil., mengikuti Webinar Nasional bertajuk “Pancasila dan Demokrasi Elektoral: Peran Bawaslu dalam Menjaga Keadilan Pemilu” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kota Magelang, Kamis (18/06/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Anggota Bawaslu Republik Indonesia Totok Hariyono, S.H., Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP., M.Pd., Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah Muhammad Amin, S.AP., M.H., serta Anggota Bawaslu Provinsi Maluku Utara Dr. Adrian Yoro Naleng, S.IP., M.Si.

Webinar ini mengangkat pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi dalam penyelenggaraan demokrasi elektoral yang berkeadilan. Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa tugas dan fungsi Bawaslu tidak hanya berorientasi pada pengawasan kepemiluan secara teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai demokrasi yang berlandaskan Pancasila.

bvnbcz

Pada sesi diskusi, Aprianus Putrason Niron mendapat kesempatan sebagai penanya. Ia mengaitkan materi yang disampaikan narasumber dengan salah satu konten edukatif Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang memaknai Pancasila dalam bahasa yang lebih dekat dengan generasi muda.

Dalam pertanyaannya, Aprianus menyoroti bagaimana ukuran keberhasilan Bawaslu seharusnya dipahami dalam perspektif yang lebih luas.

> “Apakah ukuran keberhasilan Bawaslu ke depan hanya dilihat dari menurunnya jumlah pelanggaran dan sengketa pemilu, atau justru ketika masyarakat semakin sadar bahwa menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari?” tanyanya.

Pertanyaan tersebut mendapat apresiasi karena mengajak peserta webinar melihat peran Bawaslu tidak hanya sebagai lembaga pengawas dan penegak hukum pemilu, tetapi juga sebagai institusi yang turut membangun budaya demokrasi yang sehat dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Malaka memandang bahwa penguatan nilai-nilai Pancasila dalam demokrasi elektoral tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Kesadaran kolektif untuk menolak politik uang, melawan hoaks, menghormati perbedaan pilihan politik, serta menjaga persatuan bangsa merupakan wujud nyata pengamalan Pancasila dalam kehidupan berdemokrasi.

Partisipasi Bawaslu Kabupaten Malaka dalam webinar nasional ini menjadi bagian dari komitmen lembaga untuk terus meningkatkan kapasitas, memperluas wawasan kebangsaan, serta memperkuat peran pengawasan dalam menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Penulis dan Foto: PN/Humas

Editor: PN/Humas